oleh

Setelah Viral Vidionya, Siswa Madrasah Ditilang Polantas Lotim Diberikan Sepeda Gayung

SKI – Lotim – Setelah viral vidionya siswa kelas I Masdrasah Tsanawiyah di wilayah Sakra Barat bernama M.Rizki Maulana yang Ditilang anggota Polantas Polres Lotim di Simpang Empat BRI Selong. Karena yang bersangkutan tidak memiliki SIM, tidak memakai helm dan masih berada di bawah umur, Senin (12|11).

Kemudian sehari setelah kejadian tersebut,Selasa (13|11). Bertempat di ruang lobi Mapolres Lotim, siswa tersebut diberikan sebuah sepeda gayung dari Kapolres Lotim, AKBP Ida Bagus Made Winarta,S.ik dan Kasat Lantas,AKP Ryan Faisal,S.ik.

Dengan disaksikan para perwira Polres Lotim dan keluarga dari siswa tersebut. Sedangkan pemberian sepeda tersebut,bukan merupakan hadiah, melainkan tujuannya untuk memberikan motivasi kepada orang tua agar tidak memberikan kepada anaknya yang masih dibawah umur untuk menggunakan sepeda motor ke sekolah.

Melainkan menggunakan sepada gayung ke sekolah,karena itu akan lebih baik dan bagus. Karena anak seusia SMP itu masih tidak diperbolehkan menggunakan sepeda motor mengingat belum memiliki SIM dan tentunya sangat berbahaya di jalan raya.

Kedatangan siswa tersebut ditemani paman dan kakeknya, setelah pulang dari sekolahnya ke Polres Lotim.Sedangkan sebelum diberikan sepeda gayung tersebut, terlebih dahulu siswa itu ditest oleh Kapolres Lotim untuk menghapal pancasila.

Dengan sikap siap dan suara lantang mengucapkan Pancasila itu tanpa salah sedikitpun, untuk kemudian diberikan tepuk tangan atas pengucapan Pancasila yang sempurna tersebut.

” Saya tegaskan sepeda yang kami berikan kepada siswa yang sempat viral ditangkap anggota kami karena melanggar, bukan merupakan hadiah melainkan sebagai sebuah motivasi agar orang tua lebih baik membelikan anaknya sepeda gayung untuk ke sekolah ketimbang sepeda motor,karena belum cukup umur,” kata Kasat Lantas,AKP Ryan Faisal, S.ik.

Mantan Kasat Polres Bima meminta kepada orang tua untuk memberikan pemahaman dan pengertian kepada anaknya untuk tidak menggunakan sepeda motor saat ke sekolah maupun diluar itu. Kalau belum cukup umur dan belum memiliki SIM, karena itu tentunya akan sangat berbahaya nantinya.

” Kami minta pengertian orang tua untuk memberikan pemahaman kepada anaknya untuk tidak sembarangan memberikan penggunaan sepeda motor kalau belum cukup umur atau memiliki SIM,” pintanya.

Hal yang sama dikatakan Kapolres Lotim,AKBP Ida Bagus Made Winarta, S.ik meminta kepada orang tua untuk tidak memberikan anaknya masih pelajar menggunakan sepeda motor. Akan tapi lebih baik membelikan sepeda gayung kepada anaknya untuk digunakan ke sekolah.

Seperti contoh kecil saja kemarin ada siswa yang distop anggotanya karena tidak menggunakan helm, tidak memiliki SIM dan masih dibawah umur. Sehingga tentunya hal itu sempat viral vidionya di media sosial.

” Mari kita sama-sama mengawasi anak kita dengan tidak memberikan penggunaan sepeda motor saat ke sekolah maupun lainnya,kalau belum cukup umur,” tegas Made.

Sementara M.Rizki Maulana,Siswa Kelas I Mts di wilayah Sakra Barat mengaku sangat berterima kasih dengan diberikan sepeda oleh pak polisi untuk digunakan ke sekolah. Dengan tidak akan mengulangi perbuatan menggunakan sepeda motor ke sekolah, karena itu salah dan melanggar mengingat masih dibawah umur dan belum memiliki SIM.

” Dengan adanya pristiwa kemarin itu merupakan pelajaran berharga bagi dirinya, karena tentu apa yang dilakukannya salah untuk tidak mengulanginya perbuatan tersebut,” kata Rizki yang bercita-cita jari polisi ini.

‎Keterangan Kapolres Lotim, AKBP Ida Bagus Made Winarta,S.Ik, Kasat Lantas, AKP Ryan Faisal,S.ik memberikan sepeda kepada siswa M.Rizki Maulana yang sempat viral karena ditilang polantas.

Penulis : Rizal

Editor : Red SKI

Komentar

News Feed