oleh

TK Pertama Ada di NTB Yang Hancur Pasca Gempa Dibangun Kembali Oleh Yayasan LIA

SKI – MATARAM – Secara simbolis Yayasan LIA melalui perwakilannya secara resmi menyerahkan bantuan kepada TK YPRU di Kota Mataram yang telah rusak pasca Gempabumi beberapa bulan yang lalu, Sabtu (01/11).

Kembali LIA sebagai sebuah Yayasan yang bergerak dalam bidang pendidikan nonformal selalu berkomitmen terhadap peran sosialnya terutama mendukung pembangunan pendidikan Nasional.

Terkait dengan hal tersebut, melalui
program corporate social responsibility (CSR) nya LIA telah menggalang dana dari Keluarga
Besarnya (Siswa, Mahasiswa, dan Karyawan) untuk disalurkan membantu pembangunan
kembali gedung Sekolah Taman Kanak-kanak (TK) Yayasan Pendidikan Rendah Umum
(YPRU) Mataram – Lombok yang mengalami kerusakan saat gempa melanda Nusa Tenggara Barat 29 Juli 2018 lalu.

“Dipilihnya TK YPRU sebagai penerima bantuan telah melalui pertimbangan yang panjang. Salah satunya karena merupakan “Herritage” Yayasan pendidikan yang merupakan salah satu peninggalan di Lombok ini,” kata Dr. Cut Kamaril Wardana mewakili Yayasan LIA saat menyerahkan dana sumbangan sebesar 166juta Rupiah lebih.

LIA akan berusaha membantu maksimal sehingga kata dia amanat dari donatur yang merupakan berasal dari Siswa, Mahasiswa, dan Karyawan LIA tepat sasaran.

“Mengharukan sekali rasanya bisa berbuat untuk mencerdaskan bangsa, TK ini harus kita rawat karena menjadi saksi perjuangan dan telah menghasilkan banyak alumni yang sudah hebat dan telah banyak andil untuk pembangunan,” imbuhnya didepan alumni TK dan Ketua DPRD Kota Mataram H. Didi Sumardi, SH.

Salah satu alumni TK YPRU yang juga Ketua Sekolah Bahasa Asing “LIA” Jakarta Dr Dewi A. Yudhasari saat didampingi Humas LIA Titik menyatakan bangga sekolahnya mendapat bantuan. Ia berharap bantuan tersebut segera dimanfaatkan sehingga proses belajar mengajar tidak terganggu dengan kurangnya ruangan belajar.

Untuk diketahui, TK YPRU ini atapnya ambruk akibat rentetan gempa, mengakibatkan fasilitas belajar hancur. Bahkan tembok sekolah retak sehingga membahayakan siswa dan guru yang berada disekitar ruangan.

Penulis : Amrin

Editor    : Red SKI

Komentar

News Feed