SKI| Lombok Tengah- Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Lombok Tengah turun monitoring proses pendistribusian Bantuan Pangan- Bapang beras 20 kilogram untuk memastikan kualitas beras yang disalurkan kepada masyarakat dengan kualitas baik.
Staf Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Lombok Tengah Lalu Nasaeri Yandi mengatakan, sebelumnya pihaknya bersama Bulog juga telah melakukan uji mutu dan kualitas beras sebelum disalurkan kepada masyarakat, Sehingga pihaknya memastikan bahwa kualitas beras sangat baik.
“Iya kita juga lakukan uji kwalitas bersma dengan Bulog beberapa waktu lalu, ” Katanya Kamis (31|7).
Jika kemudian, Lanjut Lalu Nasaeri, masyarakat mendapat beras dengan kondisi buruk, pihaknya mempersilahkan masyarakat melapor ke pemerintah untuk kemudian dikembalikan dan digantikan dengan beras kualitas baik.
“Jika masyarakat menemukan beras dengan kwalitas buruk segera laporkan, ” Ujarnya.
Diketahui, penyaluran bantuan pangan ini menggunakan sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional- DTSEN. Nama penerima dalam DTSEN tersebut merupakan hasil verifikasi data bersama Kementerian Sosial dan Badan Pangan Nasional- Bapanas, sehingga dipastikan tepat sasaran.
Adapun jumlah penerima bantuan beras kali ini mengalami penurunan hingga 37 ribu bila dibandingkan dengan jumlah penerima bantuan beras 2024 yang mencapai 154 ribu KPM. (Riki)















