oleh

Kodim 1615 Lotim Gelar Apel Fasilitator Terpadu

SKI,LOTIM – Komando Distrik Militer (Kodim) 1615 Lombok Timur menggelar kegiatan apel terpadu fasilitator rumah tahan gempa rusak berat, sedang dan ringan yang bertempat di pendopo Bupati Lotim, Senin (1/4).

Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 1615 Lotim, Letkol. Inf.Agus Prihanto Donny, Kapolres Lotim, AKBP Ida Bagus Made Winarta, S,ik, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim,Purnama Hady,Organiasasi Perangkat Daerah (OPD), Komandan Pasukan Marinir Satgas Rekon dan Rehab wilayah Lotim, Mayor Mar Candra dan 600 orang petugas fasilitator dari TNI, Polri dan Sipil.

Dalam arahannya Dandim 1615 Lotim, Letkol. Inf.Agus Prihanto Donny mengatakan kegiatan seperti ini telah dilaksanakan digelar diwilayah KLU dan Loteng dilaksanakan di lapangan, namun atas perintah Bupati Lotim, Apel ini di laksanakan di Pendopo agar dapat menyerap dan paham apa yang akan di sampaikan nantinya.

” Mulai sekarang tidak ada lagi Rekompak dan sebagainya namun yang ada hanya Fasilitator Terpadu terdiri dari Sipil, TNI dan Polri khususnya di wilayah Lotim,” katanya.

Oleh karena itu,Agus menjelaskan pihaknya akan Segera dorong Pokmas untuk melaksanakan pencapaian target yang mana masih sekitar sebesar Rp 65 Milyar yang belum dicairkan. Dimana rencananya akan diarahkan ke wilayah kecamatan Sembalun dan Sambelia.

Sehingga diharapkan sebelum tgl 6 April 2019 proses pendebetan selesai dilakukan, untuk itulah para Fasilitator tetap mensosialisasikan ke masyarakat tentang juknis dan juklak yang terbaru dan proses pendebetan agar mereka tidak kebingungan sampai percepatan pembangunan dapat terlaksana dengan cepat.

” Agar dibentuk Posko terpadu percepatan Rehab Rekon wilayah Lotim di BPBD Lotim sehingga diharapkan semua satu visi dan tujuan, garis komando dari atas hingga kebawah menjadi jelas, tanpa ada ketersinggungan daro beberapa pihak,”ujarnya.

Ditempat yang sama Kalakhar BPBD Lotim, Purmana Hady mengatakan Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan di Mataram, Percepatan pembangunan RTG sejak tanggal 01 April 2019, sudah di limpahkan oleh Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Provinsi dibantu Pemerintah Kabupaten.

Begitu juga telah mengusulkan dana kepada Pemerintah Pusat sejumlah Rp. 766 M, sedangkan yang sudah direalisasikan baru 26 persen. Sehingga sebelum tanggal 12 April 2019 semua dana tersebut dapat di cairkan.

” Pembangunan saat ini masih jauh dari apa yang kita harapkan,karena masih sekitar 75 persen masih menjadi PR untuk pembangunan RS, RR maupun RB di Kab. Lotim,” tegasnya.

Selain itu, lanjutnya Purnama Hady, Masih ada masyarakat yang belum membentuk Pokmas, hingga ini yang mempersulit dana pencairan, sehingga diharapkan agar Kepala Desa segera membentuk SK pembentukan Pokmas.

Karena nantinya akan ada pemeriksaan dan evaluasi dari Pusat maupun Pemerintah Provinsi NTB, bagi masyarakat yang sudah selesai pembangunan. Maka akan dibuatkan berita acara dan apabila nantinya belum bisa terselesaikan pada batas waktu yang ditentukan.

“Mudah-mudahan kegiatan pembangunan RTG ini bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan bersama,” tandasnya.

Penulis : Rizal

Editor    : Red SKI

Komentar

News Feed