Suara Anak Lotim di Peringatan Hari Anak Nasional 

 

SKI l Lombok Timur-Forum anak Lombok Timur menyampaikan suara anak Lotim dalam peringatan hari anak Nasional tingkat kabupaten Lotim, Senin (9|10). Diantara isinya pertama,‎‎kami ingin pemerintah yang berwenang dapat melakukan pemerataan fasilitas sekolah di kabupaten Lotim, kedua ‎,k‎ami ingin pemerintah yang berwenang menyediakan fasilitas ramah anak serta pembangunan fasilitas untuk penyandang disabilitas di tempat-tempat umum.

 

Kemudian ketiga,‎k‎ami ingin pemerintah memberikan sanksi yang tegas kepada oknum-oknum yang membenarkan dan mendukung pernikahan usia anak,Keempat,l‎ami ingin pemerintah yang terlibat dan berwenang terkait dengan hak sipil dan kependudukan lebih bekerjasama dengan orang tua dalam proses pembuatan dan pentingnya pembuatan akta kelahiran untuk anak-anak.

 

Dan terakhir, kelima,k‎ami ingin pemerintah memfasilitasi anak-anak Lombok Timur terkait pengembangan minat bakat dalam bidang seni, budaya maupun lain-lainnya.

 

Suara anak Lotim ini disampaikan dihadapan Sekda Lotim,HM.Juani Taofik dalam perayaan hari anak nasional secara sederhana di ruangan Sekda Lotim.‎

Sekda Lotim Lotim mengatakan tingginya kasus pernikahan usia anak dengan berbagai macam alasan. Salah satunya disebabkan angka kemiskinan dan disamping akses pendidikan.

 

” Angka kemiskinan salah satu penyebab tingginya pernikahan dini di Lotim,” tegasnya.

 

Ia mengatakan angka kemiskinan, rendahnya akses pendidikan, kurangnya kualitas layanan dan pendidikan kesehatan reproduksi, terutama untuk remaja perempuan adalah diantara penyebabnya juga.

 

Kalau menghitung persentase pernikahan usia anak mencapai 3,8 hingga delapan persen,maka  hak-hak anak-anak harus dipenuhi, utamanya untuk pendidikan dan perlindungan, terlebih di masa pandemi covid-19 seperti saat ini, di mana anak-anak juga menjadi korban.

 

” ‎Forum Anak dinilai sebagai salah satu upaya untuk memperjuangkan dan menyosialisasikan perjuangan hak-hak anak,” ujarnya.

 

Sekda Lotim meminta agar forum anak dapat aktif dan memublikasikan hal-hal positif melalui media sosial. Dengan begitu diharapkan virus kebaikan bisa tersebar luas.

 

” Upaya ini selaras pula dengan akrabnya generasi Z dan Alpha dengan teknologi komunikasi dan informasi yang disertai kepemilikan gawai,” pintanya.

Sementara itu, kepala Dinas DP3AKB, H. Ahmat mengatakan melihat petingnya mengedukasi dan melibatkan orang tua dalam mendidikan anak terutama untuk usia remaja.

 

Begitu juga anak-anak dalam pengayoman orang-orang dewasa, yang harus memperhatikan kondisi mental mereka.

 

” Pemkab Lotim telah mengesahkan Perda tentang pencegahan pernikahan dini,” tandasnya. (Sam)

News Feed