oleh

Kabag Umum Dewan Lotim Bungkam Soal Proyek Lencana Dewan

foto sekwan lotim(Dok SKI) 

SKI|LOTIM – Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Lombok Timur,L.Sahabuddin Bungkam dan tidak berani memberikan penjelasan kepada media.Terkait dengan masalah proyek lencana DPRD Lotim yang sampai saat ini belum tuntas, meskipun pelantikan dan pengambilan sumpah sebanyak 50 anggota DPRD Lotim telah berlalu.

“Mohon maaf untuk lencana saya staf tidak ada kewenangan untuk menjelaskan kecuali Setwan,” kata Kabag Umum Dewan Lotim,L.Sahabuddin saat dikonfirmasi media.

Bahkan tidak itu saja, para awak media berusaha untuk meminta nama kontraktor pemenang tander proyek lencana dewan tersebut.Dari Kabag Umum bersama sejumlah pejabat di DPRD Lotim tidak memberitahukan.

Dengan alasan tidak tahu dan bukan bidang yang menangani masalah proyek lencana dewan yang didalamnya terbuat dari emas seberat delapan gram.

“Yang tangani masalah pembuatan proyek lencana dewan itu bagian umum Setwan Lotim,sehingga tidak tahu perusahaan mana yang mendapatkan tander proyek tersebut,” kata sejumlah pejabat dan staf di Setwan Lotim.

Kemudian Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Lotim,L.Dami Ahyani menegaskan pihaknya telah melayangkan surat panggilan terhadap kontraktor pemenang tander tersebut, akan tapi yang bersangkutan tidak datang.

“Kami sudah kirimkan surat peringatan kepada kontraktor menuju tahapan blacklist,akan tapi yang jelas kontraktor itu belum ada uang yang dibawa,” tukas Dami Ahyani.

Sementara salah seorang anggota DPRD Lotim, M.Badran Achsyid menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan mempertanyakan kepada pihak sekwan mengenai masalah lencana dewan yang belum jadi tersebut. 

Dengan mengatakan kalau pihak kontraktor akan diputus kontraknya karena dianggap tidak mampu menyelesaikan pengerjaannya.Namun begitu harus melalui prosedur yang ada.

“Pihak sekwan bilang kalau kontraktor tidak mampu selesaikan kontrak pengerjaannya,sehingga akan diputuskan kontraknya,” tegasnya.

Selain itu, menurut Politisi Partai Gerindra Lotim, pihaknya juga melihat ada yang salah dalam prosesnya kalau seperti. Baik dari Unit Layanan Pelelangan (ULP), pihak sekretariat dewan selaku yang memiliki pekerjaan atau bidang. 

Dan juga pihak kontraktor selaku yang memenangkan pengerjaan itu tidak amanah dalam menjalankan pekerjaan. Sehingga ini menjadi perhatian pihak ULP,Sekretariat dewan kedepannya untuk tidak terulang kembali.

“Untung saja ini masalah hajat 50 orang anggota Dewan Lotim,sedangkan kalau menyangkut hajat sebanyak masyarakat Lotim gimana jadinya tentunya akan memunculkan permasalahan yang lebih besar,” tandasnya.(Rizal/Red Ski).

Komentar

News Feed