oleh

Demo Karyawan PT Holy Karya Sakti Sempat Cekcok Mulut

SKI, Semarang – Demo karyawan PT holy karya sakti di warni adu mulut disaat pendemo dengan petugas keamanan karna ada dua mobil yang mau keluar dari dalam pabrik sempat dihadang oleh pendemo yang jumlahnya mencapai 340 orang mereka menuntut hak mereka karena tidak mau diboyong ke wilayah grobogan yang tadinya di wilayah Semarang gini perusahaan pindah di Grobogan Purwodadi Jawa tengah.

Adapun hal-hal yang mendasari diajukannya tuntutan adalah sebagai berikut.
Bahwa para pekerja adalah pekerja yang bekerja pada perusahaan PT.holy karya sakti yang beralamat di jln.majapahit No.775 km 11.5 plamongan Sari pedurungan kota Semarang.

Bahwa PT.holy karya sakti yang beralamat di jln.majapahit No.775 km.11.5 plamongan Sari pedurungan kota Semarang adalah sebuah perusahaan berbentuk badan hukum perseroan terbatas yang bergerak di bidang usaha industri Garment (sarung tangan) berdasarkan surat keputusan ijin usaha Nomor 234/ T/ INDUSTRI/1992 tertanggal 13 Agustus 1992 dengan produksi Eksport.sejak mulai beroperasi perusahaan PT holy karya sakti sampai dengan saat ini memproduksi produk berupa barang yang di hasilkan dalam usaha nya adalah bersifat tetap.tidak berubah- ubah.tidak bersifat musiman Dan dilakukan secara terus menerus.

Bahwa PT holy karya sakti Semarang sejak tanggal 19 November 2018 telah melakukan pemindahan kegiatan operasional perusahaan yang semula di jln Majapahit No 775 km.11.5 plamongan Sari pedurungan kota Semarang berpindah ke jln.semarang Purwodadi km 28 Grobogan Tigowanu Purwodadi seusai dengan dengan pengumuman perusahaan No.031/ Dir.HKS/ X/2018 tertanggal 19 Oktober 2018.

Dan pendemo akan melakukan demo terus menerus sebelum tuntutan mereka di penuhi karena mereka sudah bekerja puluhan tahun.
Saya kesal mas karena sudah sembilan bulan ini belum ada kepastian yang pasti dari perusahaan setiap di mintai kepastian jawabnya menunggu terus tuntutan kami di tampung itu katanya manager pabrik mas.kami akan demo lagi mas nanti saya kabari mas wartawan.kata salah satu karyawan yang ikut demo yang namanya Engan di sebut kan. (Adi) 

Komentar

News Feed