oleh

Kandasnya Perjuangan Seorang Ibu, MA Putuskan Melanggar UU ITE

SKI – MATARAM – Masih ingatkah dengan kasus Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang menjerat ibu rumah tangga, Baiq Nuril staf SMA dari Lombok yang sempat viral ditahun 2017 ?

Dia disidangkan lantaran merekam percakapan pelecehan seksual terhadap dirinya oleh oknum kepala sekolah Haji Muslim.

Saat itu peristiwa perekeman percakapan itu dia bekerja sebagai staf di salah satu SMA di Mataram. Kepala sekolah, Haji Muslim menelponnya dan berkomunikasi bernada pelecehan seksual pada dirinya.

Tak tahan dengan sikap kepala sekolah, Baiq Nuril kemudian merekam percakapan dirinya dengan Haji Muslim. Rekaman tersebut kemudian beredar.

Merasa tidak terima dan keberatan, Haji Muslim kemudian melaporkan Baiq Nuril di Polres Kota Mataram. Nuril pun dijerat UU ITE.

Pada Rabu, 26 Juli 2017 Pengadilan Negeri Mataram memvonis bebas Baiq Nuril. Dia dianggap tidak bersalah lantaran tidak pernah menyebarkan rekaman percakapan tersebut, melainkan ditransmisikan oleh seorang temannya bernama Imam Mudawin.

Jaksa yang keberatan atas putusan bebas tersebut mengajukan kasasi ke tingkat Mahkamah Agung.

Mahkamah Agung pada hari Jumat, 9 November 2018 telah mengeluarkan putusan. Baiq Nuril dinyatakan bersalah dan divonis penjara.

“Menyatakan terdakwa Baiq Nuril Maknun tersebut di atas telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diakses informasi elektronik dan/atau dokomen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan,” bunyi putusan kasasi yang diterima dari kuasa hukum Nuril.

Atas perbuatannya, Nuril diancam pidana penjara 6 bulan dan denda sebanyak 500.000.000 Rupiah.

“Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa tersebut oleh karena itu dengan pidana penjara selama enam bulan dan pidana denda sebesar lima ratus juta rupiah dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan,” bunyi putusan kasasi berikutnya.

Salah seorang tim kuasa hukum Nuril, Hendro Purba, mengatakan akan berkoordinasi dengan tim kuasa hukum lainnya untuk menanggapi putusan tersebut.

“Putusan baru kita terima sekarang. Kita akan koordinasi dulu dengan kuasa hukum lainnya. Sekarang saya lagi hubungi mereka,” ucapnya.

Penulis : Rahmatul Kautsar

Editor : Red SKI

Komentar

News Feed